Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal dan Heksadesimal. Bilangan desimal adalah bilangan yang menggunakan 10 angka mulai 0 sampai 9 berturut2. Setelah angka 9, maka angka berikutnya adalah 10, 11, 12 dan seterusnya. Bilangan desimal disebut juga bilangan berbasis 10. Contoh penulisan bilangan desimal : 1710. Ingat, desimal berbasis 10, maka angka 10-lah yang menjadi subscript pada penulisan bilangan desimal. Bilangan biner adalah bilangan yang hanya menggunakan 2 angka, yaitu 0 dan 1. Bilangan biner juga disebut bilangan berbasis 2. Setiap bilangan pada bilangan biner disebut bit, dimana 1 byte = 8 bit. Contoh penulisan : 1101112 Bilangan oktal adalah bilangan berbasis 8, yang menggunakan angka 0 sampai 7. Contoh penulisan : 178 Bilangan heksadesimal, atau bilangan heksa, atau bilangan basis 16, menggunakan 16 buah simbol, mulai dari 0 sampai 9, kemudian dilanjut dari A sampai F. Jadi, angka A sampai F merupakan simbol untuk 10 sampai 15. Contohpenulisan : C516 langsung saja ambil sebuah contoh bilangan desimal yang akan dikonversi ke biner. Setelah itu, akan saya lakukan konversi masing2 bilangan desimal, biner, oktal dan heksadesimal. Misalkan bilangan desimal yang ingin saya konversi adalah 2510. Maka langkah yang dilakukan adalah membagi tahap demi tahap angka 2510 tersebut dengan 2, seperti berikut : 25 : 2 = 12,5 Jawaban di atas memang benar, tapi bukan tahapan yang kita inginkan. Tahapan yang tepat untuk melakukan proses konversi ini sebagai berikut : 25 : 2 = 12 sisa 1. —–> Sampai disini masih mengerti kan? Langkah selanjutnya adalah membagi angka 12 tersebut dengan 2 lagi. Hasilnya sebagai berikut : 12 : 2 = 6 sisa 0. —–> Ingat, selalu tulis sisanya. Proses tersebut dilanjutkan sampai angka yang hendak dibagi adalah 0, sebagai berikut : 25 : 2 = 12 sisa 1. 12 : 2 = 6 sisa 0. 6 : 2 = 3 sisa 0. 3 : 2 = 1 sisa 1. 1 : 2 = 0 sisa 1. 0 : 2 = 0 sisa 0…. (end) Nah, setelah didapat perhitungan tadi, pertanyaan berikutnya adalah, hasil konversinya yang mana? Ya, hasil konversinya adalah urutan seluruh sisa-sisa perhitungan telah diperoleh, dimulai dari bawah ke atas. Maka hasilnya adalah 0110012. Angka 0 di awal tidak perlu ditulis, sehingga hasilnya menjadi 110012. Sip? Lanjut…..sekarang saya akan menjelaskan konversi bilangan desimal ke oktal. Proses konversinya mirip dengan proses konversi desimal ke biner, hanya saja kali ini pembaginya adalah 8. Misalkan angka yang ingin saya konversi adalah 3310. Maka : 33 : 8 = 4 sisa 1. 4 : 8 = 0 sisa 4. 0 : 8 = 0 sisa 0….(end) Hasilnya? Coba tebak…418!!! Sekarang tiba waktunya untuk mengajarkan proses konversi desimal ke heksadesimal… Seperti biasa, langsung saja ke contoh. Hehe… Misalkan bilangan desimal yang ingin saya ubah adalah 24310. Untuk menghitung proses konversinya, caranya sama saja dengan proses konversi desimal ke biner, hanya saja kali ini angka pembaginya adalah 16. Maka : 243 : 16 = 15 sisa 3. 15 : 16 = 0 sisa F. —-> ingat, 15 diganti jadi F.. 0 : 16 = 0 sisa 0….(end) Nah, maka hasil konversinya adalah F316. Mudah, bukan? —————————————————————————————————————————————- Fiuh..Lanjut lagi… Sekarang kita beralih ke konversi bilangan biner ke desimal. Proses konversi bilangan biner ke bilangan desimal adalah proses perkalian setiap bit pada bilangan biner dengan perpangkatan 2, dimana perpangkatan 2 tersebut berurut dari kanan ke kiri bit bernilai 20 sampai 2n. Langsung saja saya ambil contoh bilangan yang merupakan hasil perhitungan di atas, yaitu 110012. Misalkan bilangan tersebut saya ubah posisinya mulai dari kanan ke kiri menjadi seperti ini. 1 1 1 Nah, saatnya mengalikan setiap bit dengan perpangkatan 2. Ingat, perpangkatan 2 tersebut berurut mulai dari 20 sampai 2n, untuk setiap bit mulai dari kanan ke kiri. Maka : 1 ——> 1 x 20 = 1 0 ——> 0 x 21 = 0 0 ——> 0 x 22 = 0 1 ——> 1 x 23 = 8 1 ——> 1 x 24 = 16 —> perhatikan nilai perpangkatan 2 nya semakin ke bawah semakin besar Maka hasilnya adalah 1 + 0 + 0 + 8 + 16 = 2510. Nah, bandingkan hasil ini dengan angka desimal yang saya ubah ke biner di awal tadi. Sama bukan? —————————————————————————————————————————————- Sudah ini, sudah itu, sekarang….nah, konversi bilangan biner ke oktal. hehe…siap? Untuk merubah bilangan biner ke bilangan oktal, perlu diperhatikan bahwa setiap bilangan oktal mewakili 3 bit dari bilangan biner. Maka jika kita memiliki bilangan biner 1101112 yang ingin dikonversi ke bilangan oktal, langkah pertama yang kita lakukan adalah memilah-milah bilangan biner tersebut, setiap bagian 3 bit, mulai dari kanan ke kiri, sehingga menjadi seperti berikut : 110 dan 111 Sengaja saya buat agak berjarak, supaya lebih mudah dimengerti. Nah, setelah dilakukan proses pemilah2an seperti ini, dilakukan proses konversi ke desimal terlebih dahulu secara terpisah. 110 dikonversi menjadi 6, dan 111 dikonversi menjadi 7. Hasilnya kemudian digabungkan, menjadi 678, yang merupakan bilangan oktal dari 1101112… “Tapi, itu kan kebetulan bilangan binernya pas 6 bit. Jadi dipilah2 3 pun masih pas. Gimana kalau bilangan binernya, contohnya, 5 bit?” Hehe…Gampang..Contohnya 110012. 5 bit kan? Sebenarnya pemilah2an itu dimulai dari kanan ke kiri. Jadi hasilnya 11 dan 001. Ini kan sebenarnya sudah bisa masing2 diubah ke dalam bentuk desimal. Tapi kalau mau menambah kenyamanan di mata, tambahin aja 1 angka 0 di depannya. Jadi 0110012. Tidak akan merubah hasil perhitungan kok. Tinggal dipilah2 seperti tadi. Okeh? —————————————————————————————————————————————- Selanjutnya adalah konversi bilangan biner ke heksadesimal. Hmm…sebagai contoh, misalnya saya ingin ubah 111000102 ke bentuk heksadesimal. Proses konversinya juga tidak begitu rumit, hanya tinggal memilahkan bit2 tersebut menjadi kelompok2 4 bit. Pemilahan dimulai dari kanan ke kiri, sehingga hasilnya sbb : 1110 dan 0010 Nah, coba lihat bit2 tersebut. Konversilah bit2 tersebut ke desimal terlebih dahulu satu persatu, sehingga didapat : 1110 = 14 dan 0010 = 2 Nah, ingat kalau 14 itu dilambangkan apa di heksadesimal? Ya, 14 dilambangkan dengan E16. Dengan demikian, hasil konversinya adalah E216. Seperti tadi juga, gimana kalau bilangan binernya tidak berjumlah 8 bit? Contohnya 1101012? Yaa…Seperti tadi juga, tambahin aja 0 di depannya. Tidak akan memberi pengaruh apa2 kok ke hasilnya. Jadi setelah ditambah menjadi 001101012. Selanjutnya, sudah gampang kan? —————————————————————————————————————————————- Selanjutnya, konversi bilangan oktal ke desimal. Hal ini tidak terlalu sulit. Tinggal kalikan saja setiap bilangan dengan perpangkatan 8. Contoh, bilangan oktal yang akan dikonversi adalah 718. Maka susunannya saya buat menjadi demikian : 1 7 dan proses perkaliannya sbb : 1 x 80 = 1 7 x 81 = 56 Maka hasilnya adalah penjumlahan 1 + 56 = 5710. —————————————————————————————————————————————- Habis konversi oktal ke desimal, maka saat ini giliran oktal ke biner. Hehe.. Langsung ke contoh. Misalkan saya ingin mengubah bilangan oktal 578 ke biner. Maka langkah yang saya lakukan adalah melakukan proses konversi setiap bilangan tersebut masing2 ke 3 bit bilangan biner. Nah, angka 5 jika dikonversi ke biner menjadi….? 1012. Sip. Nah, 7, jika dikonversi ke biner menjadi…? 1112. Mantap. Maka hasilnya adalah 1011112 Jamin benar deh…. —————————————————————————————————————————————- Hmm…berarti…sekarang giliran konversi oktal ke heksadesimal. Untuk konversi oktal ke heksadesimal, kita akan membutuhkan perantara, yaitu bilangan biner. Maksudnya? Maksudnya adalah kita konversi dulu oktal ke biner, lalu konversikan nilai biner tersebut ke nilai heksadesimalnya. Nah, baik yang konversi oktal ke biner maupun biner ke heksadesimal kan udah dijelaskan. Coba buktikan, bahwa bilangan oktal 728 jika dikonversi ke heksadesimal menjadi 3A16. Bisa kan? Bisa dong… —————————————————————————————————————————————- Selanjutnya adalah konversi bilangan heksadesimal ke desimal. Untuk proses konversi ini, caranya sama saja dengan proses konversi biner ke desimal, hanya saja kali ini perpangkatan yang digunakan adalah perpangkatan 16, bukan perpangkatan 2. Sebagai contoh, saya akan melakukan konversi bilangan heksa C816 ke bilangan desimal. Maka saya ubah dulu susunan bilangan heksa tersebut, mulai dari kanan ke kiri, sehingga menjadi sebagai berikut : 8 C dan kemudian dilakukan proses perkalian dengan perpangkatan 16, sebagai berikut : 8 x 160 = 8 C x 161 = 192 ——> ingat, C16 merupakan lambang dari 1210 Maka diperolehlah hasil konversinya bernilai 8 + 192 = 2002. —————————————————————————————————————————————- Tutorial berikutnya, konversi dari heksadesimal ke biner. Dalam proses konversi heksadesimal ke biner, setiap simbol dalam heksadesimal mewakili 4 bit dari biner. Misalnya saya ingin melakukan proses konversi bilangan heksa B716 ke bilangan biner. Maka setiap simbol di bilangan heksa tersebut saya konversi terpisah ke biner. Ingat, B16 merupakan simbol untuk angka desimal 1110. Nah, desimal 1110 jika dikonversi ke biner menjadi 10112, sedangkan desimal 710 jika dikonversi ke biner menjadi 01112. Maka bilangan binernya adalah 101101112, atau kalau dibuat ilustrasinya seperti berikut ini : B 7 —-> bentuk heksa 11 7 —-> bentuk desimal 1011 0111 —-> bentuk biner Hasilnya disatukan, sehingga menjadi 101101112. Understood? —————————————————————————————————————————————- Last but not least, konversi heksadesimal ke oktal. Nah, sama seperti konversi oktal ke heksadesimal, kita membutuhkan bantuan bilangan biner. Lakukan terlebih dahulu konversi heksadesimal ke biner, lalu konversikan nilai biner tersebut ke oktal. Sebagai latihan, buktikan bahwa nilai heksadesimal E716 jika dikonversi ke oktal menjadi 3478. Hehe…Kamu bisa!!! sumber : http://stmik-mic.ac.id/blog//blog1.php/2008/12/12/konversi-bilangan-biner-octal-desimal-aa http://medisonsimbolon.wordpress.com/2008/07/09/konversi-bilangan-desimal-biner-oktal-dan-heksadesimal/
Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal dan Heksadesimal
07.45 |
Read User's Comments(0)
Menebar Ciuman, Menuai Penabuk
PENDI Juling senget dengan Wak Letuk. Ape pasal? Iye tadak semene-mene Wak Letuk selalu jak nak nyakat ape yang dikerjekannye. Die dekat-dekat dengan Saodah, eh belon sukses die nyaok, udah diolokkan same Wak Letuk.
‘’Kau ngurat Saodah ke Pen?’’ kate Wak Letuk, waktu ketemu di belakang pos ronde. Wak Letuk sorang biar tue, tapi untok urosan perempuan, die lah biangnye.
‘’Iyelah Wak, ngape? Wak tak senang ke kalau aku jalan dengan Saodah?’’ kate si Pendi. Beputar biji matenye merenong Wak Letuk. Tak paham die maksod Wak Letuk.
‘’Gini, Pen. Aku piker sebaeknye jangan dengan Saodah….’’ kate Wak Letuk.
‘’Ndak, ngape pulak? Aku nih baru pedekate,’’ kate si Pendi nak manas.
‘’Aku cuman ngingatkan jak. Si Saodah tu udah betunang. Sebentar agek nak belaki die,’’ kate Wak Letuk. Tekanjat si Pendi dengarnye. Udah susah payah die ngupayekan supaye dekat dengan Saodah, eh, rupe-rupenye udah tunang orang pulak.
‘’Jadi cemane?’’ tanyak Wak Letuk.
‘’Ye, gimane agek? Pantang bagi aku nak ngerebot cewek orang. Ape agek udah betunang,’’ kate si Pendi. Dijulorkan tangannye, teros dikancaikan rambot betelnye. Maksodnye supaye Wak Letuk tau kalau die punye sikap yang jantan.
‘’Ha…bagoslah kalau macam tu…’’ kate Wak Letuk.
Yang bikin spaning Pendi naet sampai ke ubon-ubon, seminggu habes die ngomong itu, eh si Saodah ngekok pulak same Wak Letuk. Biar pon macam datok ngan cucu, Wak Letuk berhasel ngibau si Saodah pegi nonton pelam di bioskop Simpang Tige.
‘’Pendekar Wak Letuk nih….’’ kate si Pendi sambel ngepalkan tangannye.
Dendam benar rupenye die. Digosok-gosok penabuk di tangannye.
Sampai kesempatan itu datang secare tadak sengaje. Wak Letuk ngajak si Pendi ntok datang ke romah kemenakannye yang maok kawen.
‘’Tolong lah aku Pen. Kau kan bise mbuat janor. Jadi tolonglah kemenakan aku nih. Tak enak rasenye kalau aku tadak mbawah ahlinye ke kawenan ponakan aku tu…’’ kate Wak Letuk.
Si Pendi kesian ngeliat Wak Letuk mohon-mohon macam tu. Macam die raje jak. Padahal, ntok nolong orang satu kampong kan udah kewajiban.
‘’Okelah Wak. Kalau gituk kite besok berangkat. Cuman, aku tak mau tau. Rokok, makan sampai ngan duet bekal aku, Wak Letuk nanggongnye…’’ kate si Pendi.
Wak Letuk langsong cerie. Nah, berangkat ke kampong Ulat Kilan yang cukop jaoh, si Pendi ngan Wak Letuk naek bis. Udah malam, tadak dapat korsi agek. Bedirilah Pendi ngan bedekatan. Sedangkan di depannye, bediri gak dua orang perempuan.
Yang satu tue, dan yang satu mude. Ngeliat yang mude, mulai ikot-ikotan juling Wak Letuk. Dikejap-kejapkan matenye. Pertande die nakser same tu cewek. Si Pendi diam jak. Senyom pon tadak maok.
Ape agek di depan die ade perempuan gak. Biarpon dah tue.
Bis melaju kencang, membelah malam. Pas dekat Bukit Asam, eh lampu dalam bis mati. Jadi penumpang semue terjebak dalam gelap. Empat orang yang bediri tu cuman bise diam jak. Tapi tak lamak tedengar orang kenak ciom dan kenak penabuk.
‘’Mmuah….buk…buk….!
Habes itu sepi.
Ibu-ibu yang di depan si Pendi dalam hatinye bilang. ‘’Wah hebat cewek samping aku nih. Biar maseh mude, punye harge diri. Sedangkan cewek mude yang bediri di depan Wak Letuk, dalam hatinye bilang.
’’Nyaman kau, maen ciom jak sembarangan…rase kenak beri penabuk same emak-emak..’’
Sedangkan Wak Letuk dalam gelap marah-marah same penumpang.
‘’Setan belang, aku tadak ade nciom, malah ditabuk perot aku. Jangan tunggu terang, kalau berani sekarang kite betombok…..’’ pekeknye.
Bis tak belampu tu teros jalan nuju ke kampong Ulat Kilan.
Masih di dalam gelap, si Pendi tesenyom. Rase kau. Bile agek nabuk Wak Letuk tanpa die tau. Dua kali agek.
Padahal, suare cioman tadek kan, kerene aku nciom tangan aku sorang…(*)
Copy Paste dari Pontianak Post.
Saat ini adalah MASA DEPAN
"Kunci sukses dalam hidup adalah melakukan apa yang perlu kita lakukan pada saat ini"
Disuatu sore ada seorang anak kecil sedang berjalan-jalan di taman. Di saat sedang asyik-asyiknya menikmati indahnya keasriaan rimbunnya pepohonan dan semilir sepoi, langkahnya terhenti karena matanya tertangkap tingkah seorang bapak - bapak yang sedang melamun dengan tatapan mata yang kosong. Hati anak kecil itu pun terusik untuk mencari tahu apa yang membuat bapak tersebut melamun seolah - olah dunia ini sudah tidak punya harapan lagi untuk hidupnya.
"Apa yang terjadi dengan bapak, sepertinya bapak sangat sedih ?" Tanya anak kecil itu dengan polos.
"Anak kecil, kamu tidak akan mengerti masalah orang tua seperti saya " Jawab bapak tadi dengan malas - malasan.
"Tapi saya ingin tahu, bapak ?" Anak kecil tadi mendesak
"Baiklah, saya beritahu kamu. Bapak sedang menyesali masa lalu.
Mengapa dulu bapak tidak berusaha keras untuk saat ini".
Setelah mendapatkan jawaban, anak kecilpun berlalu dan meneruskan perjalanan sorenya. Namun belum lama berjalan, lagi - lagi jiwanya kembali terusik dengan sikap bapak - bapak yang lain. Kali ini yang dilihat olehnya adalah seorang bapak yang mondar mandir tidak karuan. Anak kecil itu pun menghampiri bapak tersebut dan mencari tahu apa yang sedang menimpanya.
"Apa yang terjadi dengan bapak, sepertinya bapak sangan gelisah ?"
"Anak kecil, jika kamu nanti sudah sebesar saya, kamu akan mengerti " Jawab bapak itu
"Tapi saya ingin tahu sekarang, bapak ?"
"Baiklah, bapak akan memberitahu kamu. Bapak sedang memikirikan masa depan bapak. Bapak takut masa depan bapak suram karena sampai saat ini bapak belum punya bekal apa - apa"
Sesudahnya itu anak kecil tersebut meninggalkan bapak yang sedang mencemaskan masa depannya. Tidak jauh dari situ, anak kecil kembali menemukan seorang bapak - bapak yang sedang sibuk bekerja. Tapi wajahnya terlihat sangat senang, tidak ada kesediahan maupun ke gelisahan seperti kedua bapak yang ia jumpai tadi. Kembali pikiran anak kecil itu berkecamuk untuk mendapatkan sebuah jawaban.
"Mengapa bapak begitu gembira, padahal bapak sedang bekerja keras ?" Anak kecil tersebut semakin penasaran. Hanya dalam sekejap dirinya menemukan tiga bapak - bapak yang mempunyai sikap yang berbeda - beda.
"Anak kecil, ketahui bapak tidak sedang bekerja keras tetapi bapak hanya bekerja Dan yang membuat bapak gembira adalah karena apa yang bapak kerjakan sesuai dengan keinginan hati bapak"
"Sebelumnya saya telah menemui seorang bapak - bapak yang sedang menyesal masa lalunya dan seorang lagi sedang mencemaskan masa depannya. Apakah bapak tidak mempunya masa lalu dan masa depan ?"
Bapak tadi tertawa sejanak kemudian baru menjawab pertanyaan anak kecil yang memiliki rasa keingintahuan yang luar biasa.
"Anakku, detik ini akan menjadi masa lalu bagi detik berikutnya, dan detik berikutnya adalah masa depan detik ini. Maka jalani detik ini dengan sebaik - baiknya".
Hari pun mulai malam dan anak kecil itu pun kembali keperindukan dengan segudang falsalah hidup yang ia dapatkan hari ini.
Ditulis Ulang Dari Buku : Open your eyes, your mind, your heart, your hands, And Change your life (Andi Stevenio se, MM)
Supaya disenangi orang
06.48 |
Sebetulnya penting nggak sih disukai banyak orang itu? Jawabannya bisa penting dan bisa tidak. Ini tergantung keadaan, alasan, dan konteks. Tetapi, secara umum, naluri dasariyah manusia itu punya kecenderungan untuk ingin disenangi. Buktinya, orang akan merasa bahagia jika dirinya disenangi banyak orang. Sebaliknya, orang akan merasa gelisah atau (minimalnya) kurang bahagia ketika dibenci atau kurang disenangi.
Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana supaya kita termasuk orang yang disengani orang lain? Secara teori memang tidak kita ditemukan tehnik baku untuk itu. Dari praktek hidup, ada petunjuk yang bisa kita tangkap. Salah satunya adalah, manusia itu cenderung kurang menyenangi sifat atau prilaku yang ekstrim (terlalu di tepi atau terlalu) untuk hal-hal yang sifatnya pilihan / bisa dipilih. Tetapi ini tidak semuanya juga. Kalau melihat beberapa kasus yang umum, prilaku atau sifat yang berpotensi mengundang ketidaksenangan itu antara lain:
Pertama, terlalu diam atau terlalu ramai. Idealnya, kita memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berbicara tentang dirinya, tentang pengetahuannya atau tentang pengalamannya. Di samping itu, kita pun perlu memberikan kesempatan untuk mendengarkan. Sehingga yang terjadi adalah dialog untuk saling memberi-menerima atau terjadi percakapan yang hangat. Kehangatan dialog bisa mengundang kesenangan atau kesan yang menyenangkan.
Tapi, jika kita hanya menjadi pendengar yang terlalu diam, pasif, lebih-lebih lagi kurang antusias untuk memberikan tanggapan kepada orang lain, ini berpotensi mengundang ketidaksenangan. Sebaliknya juga begitu. Jika kita yang mendominasi pembicaraan, kita mengungkapkan diri kita panjang lebar, lebih-lebih ditambah dengan sikap yang kurang menunjukkan rasa hormat ketika orang lain mengutarakan dirinya, inipun berpotensi mengundang ketidaksenangan.
Jadi, terlalu diam itu tidak bagus, namun terlalu ramai juga kurang bagus. Terlalu pasif tidak bagus, tetapi terlalu aktif juga tidak bagus. Terlalu diam membuat orang lain boring, tetapi terlalu ramai membuat orang lain merasa tidak nyaman. Menurut teori hubungan, terlalu diam atau terlalu pasif itu biasanya dilakukan oleh sebagian orang yang abdicraft. Lawannya adalah autocraft, terlalu aktif, terlalu ingin mendominasi, dan seterusnya. Yang disarankan adalah menjadi orang yang demokratik: tidak memaksakan kehendak pribadi, pun juga tidak terlalu pasif dan dingin. Terlalu ramai sering diberi julukan "omdo"(omong doang) atau big mouth (si mulut besar). Sebaliknya, terlalu diam sering diberi julukan "si patung", pengekor, dan lain-lain.
Kedua, terlalu ikut campur atau terlalu cuek. Idealnya, yang dibutuhkan adalah memberikan perhatian (care) atau share feeling (berbagi rasa) pada saat-saat dibutuhkan (empati). Perhatian ini banyak. Bisa dalam bentuk perasaan, sikap atau tindakan. Orang akan merasa lebih dihormati ketika dia tahu kita menaruh empati. Empati adalah peduli yang kita nyatakan dalam berbagai bentuk. Dalam konsep pengembangan-diri, empati termasuk pilar dalam meningkatkan interpersonal skill. Interpersonal skill adalah kemampuan seseorang dalam membuka, menjaga, dan memberdayakan hubungan (dengan orang lain). Ciri-ciri orang yang punya kemampuan bagus di hal ini, antara lain:
Jika empati mengundang kesenangan orang, maka terlalu ikut campur ke dalam wilayah / urusan pribadi orang lain sering dinilai berpotensi mengundang ketidaksenangan. Lebih-lebih jika campur tangan itu dinilai malah menambah masalah (bukan menyelesaikan / mengurangi masalah) atau membuat orang merasa kurang nyaman. Ada sih wilayah tertentu yang diharapkan campur tangan kita. Tetapi biasanya tetap ada limit / pembatas yang sudah dipasang lampu merah yang artinya adalah: jangan terlalu masuk ke dalam. Memang ini jarang diucapkan.
Begitu juga terlalu cuek, terlalu tidak perduli, atau terlalu masa bodoh. Yang lebih sering terjadi, terlalu cuek sama jeleknya dengan terlalu ikut campur. Kalau melihat teori tentang hubungan manusia, terlalu ikut campur itu biasanya dilakukan oleh sebagian orang-orang yang oversocial. Sebaliknya, terlalu cuek itu biasanya dilakukan oleh sebagian orang yang undersocial. Baik yang over atau yang under, keduanya sering dinilai kurang bagus. Yang disarankan adalah menjadi inklusif: tidak terlalu cuek dan tidak terlalu ikut campur.
Ketiga, terlalu tertutup atau terlalu terbuka. Idealnya, kita perlu membuat penjelasan-diri tentang hal-hal yang perlu dijelaskan dan perlu tidak menjelaskan hal-hal yang tidak perlu. Apanya yang perlu dan apanya yang tidak perlu? Inipun sulit dijelaskan. Umumnya, yang perlu dan yang tidak perlu itu hanya bisa dipahami oleh perasaan.
Dalam literatur keilmuan dikenal istilah self-disclosure, pengungkapan-diri yang dimaksudkan untuk meningkatkan makna / kualitas hubungan. Self-disclosure ini berbeda dengan self-description (penjelasan-diri). Perbedaan yang paling mendasar adalah, self-disclosure itu merupakan bentuk pengungkapan-diri tentang hal-hal yang signifikan bagi diri sendiri dan bagi orang lain (benar-benar penting untuk membangun hubungan).
Self-diclosure ini bukan saja akan mengundang kesenangan dan keakraban, tetapi malah bisa mengundang kepercayaan (trust). Dalam Psychology & Life (1979) dinyatakan bahwa trust dimulai dari self-diclosure. Jadi, biasanya, dari pengungkapan lahirlah keakraban dan dari keakraban lahirlah kepercayaan. Tapi, katanya, self-disclosure di sini bukan sebatas pada pernyataan mulut (verbal statement of self-diclosure), melainkan serangkaian tindakan yang bisa menjelaskan siapa diri kita. Kalau apa yang kita ucapkan itu berbeda dengan apa yang kita lakukan, bisa-bisa ini malah mengundang ketidaksenangan dan ketidakpercayaan.
Meskipun demikian, terlalu terbuka juga mengundang ketidaksenangan. Apa-apa bilang sama orang lain atau ditunjukkan kepada orang lain sehingga bisa ditafsirkan pamer. Bukan hanya itu, terlalu terbuka juga kerapkali menjadi kelemahan. Untuk membangun keakraban, terlalu terbuka itu seringkali sama jeleknya dengan terlalu tertutup. Terlalu tertutup sangat sering ditafsirkan sebagai upaya untuk menjaga jarak, seperti layaknya minyak dan air. Kalau ini diterapkan kepada orang yang baru kenal tentu baik-baik saja, namun kalau diterapkan pada orang yang sudah lama menjalin hubungan, biasanya ini kurang powerful untuk membangun keakraban.
Tiga poin di atas itu memang baru kasus-kasus umum yang punya ketergantungan pada konteks yang sangat spesifik. Artinya tidak bisa dijeneralisasi. Misalnya saja ada orang yang cerewetnya minta ampun. Untuk orang yang sudah mengenal dan memahami, tentu tidak ada masalah. Tapi untuk situasi baru dan orang baru, bisa saja hasilnya beda.
Dalam prakteknya, senang dan tidak senangnya orang itu lebih sering terkait dengan soal pemahaman dan kesaling-memahami (mutual understanding). Karena itu, banyak orang yang membenci orang lain karena salah paham, kurang paham, atau tidak saling memahami. Begitu juga banyak orang yang menyenangi orang lain karena sudah saling memahami.
Langganan:
Postingan (Atom)






